Jumat, 01 Juni 2018

a w k w a r d

Aku belum bisa,

Masa dari dulu nggak ada peningkatan? kamu sih maen terus

Kamu yakin masih mau sama aku?

Hahaha yakin

Yakin apa?

Yakin masihlah

Kenapa gitu?

" Embun nggak perlu warna buat bikin Daun jatuh cinta" (Malaikat Tanpa Sayap)

Tapi daun nggak bisa jaga Embun untuk tetap ada

Setidaknya, Embun pernah ada bersama Daun

Karena Daun lemah tak bisa menjaga Embun dari hadirnya Matahari

Embun emang pernah suka sama Matahari, entah Embun harus pilih yang mana. Matahari yang setiap hari ada tapi tiba-tiba datang lalu pergi atau yang ngakunya lemah tapi selalu usaha seperti Daun buat cintanya ke Embun

Daun bisanya cuman nunggu, nunggu Embun yang datang hanya sesaat diantara dingin malam dan terik Matahari namun lebih dari itu Daun selalu menantikan saat-saat sesaat itu

Kadang malam diterpa hujan kemudian pagi menjadi begitu tidak cerah meski daun akan basah tapi bukan karena embun

Embun datang bersama kesejukan, tak sama dengan hujan ia datang bersama asam, membuat luka menjadi semakin perih. Hujan datang tak sehalus Embun ia datang dengan menghantam

Tapi Embun hanya sesaat datang, Embun hanya segelintir air yang tak pantas untuk terus ada bersama Daun.

Tapi itu tak masalah, Daun tetap ada untuk mengunggu Embun. Embun memang tak selamanya ada karena Matahari Embun pergi. Mataharilah yang membawa Embun melesat ke angkasa bersama cahaya menjemput impiannya. Tapi ingat, Daun akan selalu ada ketika Embun terjatuh.

Embun mudah suka, tapi embun sulit untuk jatuh cinta. Embun kebingungan mencari siapa diantara teman hidupnya entah itu Daun, Matahari, Hujan, ataukah Cahaya. Daun tak pernah berhenti berjuang buat Embun, dia selalu ada. 

Kala itu, Hujan tak juga datang hingga Daun kehausan dan Embun tercipta untuk memberi kesejukan. Dingin malam menemani mereka bercerita dan bercanda. Diwaktu yang sama Bintang ada bersama bulan sama-sama bersinarbahagia. Begitu seterusnya, namun sang Daun tak bisa menyembunyikan rasa yang semakin dalam semakin membuatnya gila. Sejak Embun bersamanya Daun tak pernah merasa kesepian sayangnya Daun tak bisa berbicara mengungkapkan cintanya. 


Semakin hari cahaya Daun semakin berseri-seri ketika Senja dan Matahari menghilang. Daun terus menanti


x

Sebelum Menjadi Miliknya, 13 Maret 2016 *Birthday*



13 MARET 2016,

Waktu itu pertama kali ketemu. Sumpah malu banget, apalagi waktu ditanyain mau makan dimana -_-
Trus kakak inget nggak, waktu magrib-magrib aku minta kakak suruh jemput, dibela-belain dari rumahmu sampe rumahku, eh sampe deket rumah maksudnya
Tapi sama aku malah nggak aku suruh buat mampir kamunya trus langsung balik. Dan saat itu aku merasa bersalah.
Dari yang awalnya penasaran sampe-sampe suka ngepoin. Lama-lama jadi suka*
Dulu sampe nggak pernah putus komunikasinya tiap hari BBMan. Dan anehnya kenapa waktu itu kita nggak pernah kehabisan tema buat di omongin? Kenapa nggak bosen-bosen ya,
Meskipun.. buat aku tiada hari tanpa dibully :(
Adaa aja yang bikin aku nggak bisa menang kalo lagi ngomong sama kamu (plisdeh,kan mang dasarnya aku paling males debat)
Adeklah, Ndutah, Kebo-lah, sampe dipanggil Lemu itu nggak masalah. Padahal aku paling sebel kalo dikatain gendut.
Tuhkan emang ngeselin, nyebelin juga..
Ohiya.. makasih ya kak udah jadi seseorang yang (menginspirasi) mmm seseorang yang bisa bikin aku tambah semangat waktu lagi down, yaa intinya sih makasih banyak buat semangatnya buat nasehatnya buat perhatiannya wkwkw buat semuanya kak.
Aku ga bakal lupa sampe kapanpun :)
Maaf aku masih kek anak kecil yang kadang suka nggak jelas, kalo dibilangin susah..
Pokoknya makasih dan maaf yang buanyaaa banget buat kakak soalnya udah jadi kakaknya aku.
Alhamdulillah  kedua kalinya, masih bisa ngucapin selamat ulang tahun buat kakak.
Semoga panjang umur sehat terus sukses selalu
Pokonya harus lebih baik dari yang kemaren
Semoga bisa jadi panutan buat yang lain, buat keluarga, temen-temen buat aku juga
Tambah dewasa tambah juga tanggung jawabnya
Tambah rajin ibadahnya
Yaa semoga apa yang tadinya cuman mimpi nantinya bakal jadi realita
Pokoknya, suksesdah buat kakak


Antara Langit dan Udara Part 1


Meskipun pesanku dibales dua abad kemudian, entah kenapa rasa capek nggak pernah datang buat ikutan nunggu, tetep aja ngerasa seneng tiap nama Matahari muncul di notifikasi HP.

"Km uda mkn?" tanyaku, delapan jam kemudian dia balas "Udah lah."
"Udh apa?" kataku, dengan nada emosi yang hanya bisa di dengar aku sendiri.
Kemudian dia bales lagi "Km tny apa?"
"Iya paham" ketusku.
"Lola hahahaha"
Buat bisa terus chattingan sama dia, dia ngatain aku LOLA. Udah di kata-katain masih aja diketawain pake nada bangga.
"Itu cuma basa basi! biar aku bisa terus-terusan chat sama kamu! paham?" kataku.

***

Matahari sebenernya bukan namanya yg asli, aku sengaja menganti namanya dengan alasan aku ingin terbiasa dengan segala hal tanpanya. Jadi, nama Matahari itu aku dapetin dari sebuah kisah yang pernah aku denger.

"Kamu pernah denger cerita tentang kisah embun, dan matahari?" kata sepupuku. Kemudian aku menggeleng.

Entah kapan terjadinya, pada suatu ketika Matahari pernah merasa kesepian ia tidak pernah menemukan sesuatu yang benar-benar bisa membuat hatinya tenang. Setiap hari dilaluinya tanpa kisah yang berarti. Sudah berabad-abad tak ada yang bisa menarik perhatiannya dan bahkan dia merasa bosan dengan rutinitasnya tanpa pernah menemukan alasan yang membuatnya semangat untuk menunda sebuah hari.
Ketika Matahari tidur, embun datang. Setiap malam embun selalu datang untuk membuat tulang sepucuk daun yang kering menjadi basah.
Pada suatu hari Matahari melihat sesuatu yang tidak biasa, di tanah yang gersang tumbuhlah sebuah pohon yang cukup tinggi hanya dengan satu lembar daun yang tersisa. Matahari heran, bagaimana bisa di tanah gersang seperti itu sang daun masih bisa bertahan hidup. Pagi, siang, sore Matahari terus memperhatikan daun itu dengan rasa penasaran hingga senja hanya setitik di ujung garis pantai maghrib itu.
Ketika matahari tertidur pulas, embun datang, ia membasahi daun dengan dirinya sambil bercerita dan memberikan semangat untuk daun agar terus bertahan hidup. Begitu bahagianya mereka tertawa seperti dua anak kecil yang baru saja bertemu dan daunpun menjadi lebih hijau saat bersama embun.
Matahari mengintip di sela-sela subuh, ia menemukan jawaban dari rasa penasarannya selama ini. Sang embun lah alasan mengapa sang daun tetap ada. Semakin hari, Matahari selalu mengawasi embun dan daun. Hingga suatu saat rasa penasaran itu tergantikan dengan rasa indah yang lain. Matahari jatuh cinta dengan Embun.
Daun pun tidak bisa apa-apa ketika ia tahu jika Matahari ingin memiliki Embun. Karena bagaimanapun, Daun telah berhutang budi dengan Matahari karenanya Daun bisa berfotosintesis dan terus melanjutkan hidup. Lagi pula, Daun juga tidak pernah mengatakan apa yang di rasanya selama ini kepada embun dan Mataharipun tidak tahu bagaimana perasaan sekuncup daun itu. Daun tak ingin membuat Matahari kecewa karena Daun takut alam semesta menjadi gelap karenanya.
Kemudian daun memberi ruang untuk Matahari. Daun ingat, pada suatu hari Embun pernah bercerita kepada Daun tentang Matahari. Aku pernah menemukan titik cahaya terang dari mata Embun ketika kita bercerita dan dia bertanya kepadaku tentang keberadaan Matahari. Dia bahagia ketika pagi tiba. Sebelum sang fajar berganti menjadi terik di siang hari, Embun pernah berkata "Ada satu alasan yang bikin aku benci dengan Matahari, namun sayangnya aku punya seribu alasan untuk setiap hari merindukan kehangatannya"

Beberapa hari setelah itu, Matahari mendekati Embun, ia ingin memiliki lebih nyata. Sayangnya, ia tak bisa.

Satu alasan yang pernah embun katakan pada Daun tentang apa yang ia benci tentang Matahari adalah karena setiap Matahari menyapa, embun selalu hilang diantara langit dan menjadi udara.
Sampai sekarangpun, tidak akan pernah bisa Matahari dekat dengan Embun. Sejengkal lebih dekat, artinya semakin embun hilang lenyap menguap.


*BERSAMBUNG*

HIDUP


HIDUP TERLALU SEMPIT JIKA HANYA BERFIKIR SOAL CINTA.
PERBAIKILAH SOLATMU, KARENA HAL ITU SAMA ARTINYA DENGAN KAU MEMPERBAIKI HIDUPMU :)

Janji ku, di OKTOBER 2014




 Kala itu, semangatku menggebu menjadi sosok seperti dia yang sukses di usia semuda itu. "Saya akan pensiun di usia 35 tahun dan ketika saya mati jenazah saya diantarkan oleh lebih dari jutaan orang"
Jadilah pengusaha, dimana disitu kau tak perlu menghentikan usahamu hanya untuk pergi mengantarkan orang yang kau sayangi keliling dunia. Begitulah ibaratnya. Dan setelah aku bertanya “caranya gimana?”, Laki-laki itu berkata "Kalau nanti saya beri apa tipsnya, kamu janji ya suatu saat nanti kamu harus jadi pengusaha."
Yang saya ingat, saya pernah berjanji sama orang itu  (pengusaha sukses itu) untuk menjadi seorang pengusaha muda.


Tanpa Aku dan Kamu


Ajarkan aku bagaimana caranya merindu tanpa mengganggu kamu; tanpa menyiksa aku.

Sekacau itu, aku rindu kamu?



Waktu kamu cuekin aku, ada yang merhatiin aku. Cuma walaupun kamu cuek, aku tetep cuekin dia. Terus waktu kamu nyakitin aku, mereka pada ngejenguk aku. Mereka bawa buah, roti, bunga, dan bahkan hatinya masing-masing, tapi dari semua yang mereka bawa, tak satupun ada yang bawa kamu. Dan waktu aku nunggu kabar dari kamu, tiba-tiba ada yang nanya aku apa kabar. Aku bilang aja, kabarku pernah lebih baik dari hari ini, itu waktu aku bersama kamu.

Apa sekacau itu aku rindu kamu?

Dari Anonymous


Kita pasti pernah mendengar mengenai cerita mengenai tetesan air yang lembut, tetapi bisa menembus batu yang keras karena tetesan air yang terus menerus. Mungkin seperti itulah kira – kira gambaran dari kegiatan yang berfokus. Sifat dasar air yang cair; ternyata bukan halangan untuk melobangi sifat batu yang keras.

Soal Hati, Bukan Jarak


Aku bertanya tentang mengapa ada jarak yang dibuat sementara hati sangat ingin mendekat, tentang diam yang tercipta padahal ada banyak kata yang ingin diucap,
tentang hati yang belum merelakan sementara lisan berkata lain.
Kemudian ketika tempat kita berjauhan, aku kira kita jauh karena alasan jarak. Tapi ternyata setelah kita deket (read:jarak) rasanya tetep masih jauh.
Trus, aku cari lagi apa itu definisi jarak, ternyata jarak cuman soal tempat. Cuman tempat. Bukan hati kita.

Sakit sendiri


Aku tak mengerti ketika sebuah kejadian bisa mengubah begitu banyak hari setelahnya,

Apa selama ini, aku hanya mencari luka ku sendiri? bergelut dengan hari dan pada akhirnya sakit sendiri?


Lagi, dan lagi


Ketika kaki berusaha melangkah pergi, kau menarik lagi
Membuatku duduk disini
Lalu, aku diabaikan lagi. Entah untuk ke berapa kali..
Aku ingin kembali di awal pertama kali kita bertemu, mengucapkan selamat tinggal sebelum kita sempat saling mengenal, apa bisa?

Untuk rindu yang tak berujung temu.
Apa sekacau itu, aku rindu kamu?
(D)

Nyakitin Orang



"aku nggak mau pacaran dulu, aku belum siap"
Aku bingung sama alesan itu. Serius, seakan-akan aku lagi berbenah tapi apa? entah mau sampe kapan aku gitu. Aku malah lebih sering ngebuang waktu buat sesuatu yang gak nampak dan itu cuman bikin hati aku capek. Aku muter muter buat nentuin pilihan dan seakan pilihan pilihan itu ada tapi nyata apa? SEMU. Disaat yang baru datang dan aku mulai melupakan yang lama dan aku jatuh sama yang baru dan aku kira itu yang terbaik padahal enggak. Dimana saat aku menyesal karena aku meninggalkan yang lama dan memilih yang baru disitulah aku tahu aku gak pernah mau keluar dari zona nyamanku aku cuma pengen enak dan ga pengen nanggung resiko. Jahat!

Hardwork



When dream followed by hardwork,
it will be never ending story to tell (anonymous)

Terkesan

Tadi (tanggal 21 Febr 2017) aku jalan sama temen, at least biasalah ujung-ujungnya makan bareng dan enggak tau kenapa aku seneng banget.

Ternyata sama saja dia yang menurut aku hidupnya WOW banget, gampang gitulah kalo dilihat. Bisa ini itu, eh ternyata enggak.. dia juga harus usaha kok buat dapetin apa yang dia pengen. Ingetkan itu waktu dia sering ngeluh ke kamu kalo dia capek. Sibuk banget, ternyata itulah cara dia buat jadi sosok yang aku pikir bikin aku TERKESAN sama dia.
Meskipun cara dan jalan kita beda.. Semoga kita ketemu lagi nanti, waktu kamu udah jadi seseorang yang kamu pengenin dan akupun juga jadi seperti apa yang aku mimpi-in. MAN JADDA WA JADA.

Pernah Begitu


"aku kalo misal pengen sesuatu, aku niat, yaa gimana pun caranya aku bakal usaha buat ngedapetin itu semua. Kalo bisa sih apapun caranya asal baik dan kalo misal aku udah usaha dan udah nggak mungkin banget buat aku ngedapetin itu yaudah aku terima, tapi satu hal. Aku bukan orang yang gampang nyerah."

Yaa jadi, kalo misal aku pengen jadi "aku yang aku inginkan di masa depan" yaa aku bakal komitmen sama apa yang udah aku pilih dan insyaAllah aku bakal lakukan yang terbaik.

Aku berdoa, " Ya Allah, apapun nanti hasilnya aku percaya itu yang terbaik. Apabila Engkau telah menakdirkan kepadaku suatu keadaan dimana aku berada dalam suatu “keadaan” dan itu memang jalan terbaik dalam hidupku atas ridho-Mu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi semoga Engkau melancarkan segalanya. "